Press Release



HouseofWaves Productions Debuts First Full Length Feature Film

JAKARTA, June 20, 2008: HouseofWaves Productions, an up and coming innovative independent film collective, will be screening its first feature length movie titled The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi) for its World Premiere at Kinoki Coffee Shop and Screening House in Yogyakarta on July 4, with a series of other showings also scheduled for Bandung and Jakarta throughout July. The film will also be shown as part of the 2008 Q! Film Festival running from August 6-14 (see www.qfilmfestival.org for details)

The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi), a raw, barebones, suspense-packed, experimental thriller/horror flick geared to keeping audiences on the edge of their seats, is also the feature film directorial debut of short filmmaker Paul F. Agusta, whose mini-movie presentations, such as Fever and Lies that Bind, have been shown at art houses and cultural centers in Indonesia, while his RTM 03.26 was also selected for showing at the Rotterdam Film Festival in the Netherlands in 2006.

The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi) is also being released on DVD in Indonesia in July 2008 by the Marshall Plan, an independent DVD distribution label. For further information please visit www.themarshall.org .

The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi) is also scheduled to screen at Q Film Festival in Jakarta from August 7-16 this year, and is expected to be shown at a number of international film festivals over the next few months.

The director of The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi), Paul Agusta, who is well known for his provocative, if not radical views on filmmaking, has taken this movie as an opportunity to continue his experimental exploration of how to bend, twist and rip apart the traditional paradigms of filmmaking entrenched in Indonesian cinematic productions in an attempt to prove that “it is not money that makes good movies, but good stories”.

Paul says that he strongly believes that legendary filmmaker and poet Jean Cocteau was right when he said: "Film will only became an art when its materials are as inexpensive as pencil and paper."

With The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi), Paul was intent on breaking all the set-in-stone movie making rules he could to produce a credible cinematic work as creatively and as skillfully as he could within as short a span of time possible (10 days of shooting) with a smaller budget than most local filmmakers spend on catering alone.

“I chose to challenge myself and the talented young members of HouseofWaves Productions film collective with the filming of a brilliant horror-thriller scenario written by gifted short-story writer/novelist Dalih Sembiring from an idea I came up with in a conversation a couple of years or so ago. We all endeavored to do this so that we could prove to ourselves that we could actually make a feature film and not just daydream about it,” Paul explained.

According to Paul, The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi) is a story of love, loss, pain, sacrifice and revenge; a mystery that unfolds into tragedy.

The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi) stars seasoned actor Rifnu Wikana (9 Naga, Maaf Saya Menghamili Istri Anda) in the leading male role of Yoga, a university student, who finds himself caught up in a kind of horrible sadistic game he cannot guess the reason for; and multi-gifted singer-songwriter Kartika Jahja in her film debut in the leading female role of Tika, a young woman with a score to settle.

Supporting actors (all making their first appearance in a feature length film) are Jeffrey Sirie, as a young husband whose life is shattered by unexpected events; Hukla Turangan, who plays Irma, a carefree young woman who finds herself thrown into a desperate quest to save a life; Yoggie Richard, as Luki, a college student who loses his first chance at love; Leha Patricia, as a high school girl whose first love turns into a nightmare; and Ika Vantiani, a woman whose heart is so hurt she cannot forgive.

“We believe and hope that the story itself will have meaning to audiences because it deals with the most basic and darkest of human emotions, and how people struggle to come to grips with them and often become consumed by them. And even though The Anniversary Gift might seem too experimental to many contemporary Indonesian horror movie lovers, we felt like we had to follow Paul’s creative intuition with this film,” said Yunita Candra, the producer of The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi).

“I also tend to believe that the human psyche can be much more terrifying than any ghosts or demons,” Paul said.

“To me, the horror movie is one of the most difficult film genres to get right. I wanted to see if I could really pull it off. I guess we’ll see from audience reaction; whether The Anniversary Gift rivets people to their seats in terror, or bores them into a coma like a lot of the formula horror flicks that have been coming out recently,” Paul said.

Makeup and Special Effects for The Anniversary Gift (Kado Hari Jadi) were skillfully and creatively handled by Indonesia’s legendary “horror flick master” Didin Syamsudin.


Kelompok Film HouseofWaves Mempersembahkan Film Panjang Perdana

JAKARTA, 20 Juni, 2008: HouseofWaves (HofW) Productions, sebuah kelompok film independen, akan mengadakan pemutaran perdana film panjang pertamanya yang berjudul Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) di Kinoki, Jl. Abu Bakar Ali no.2,Yogyakarta pada tanggal 4 Juli, yang akan diikuti oleh rangkaian pemutaran di Bandung dan Jakarta selama bulan Juli. Film ini juga telah dipilih untuk diputar pada Q! Film Festival 2008 tanggal 6-14 Agustus (lihat situs www.qfilmfestival.org untuk jadwal lengkap)

Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) adalah sebuah film thriller experimental yang dibuat secara mentah dan minimalis untuk meningkatkan ketegangan penonton. Film in adalah film panjang pertama dari Paul Agusta, pembuat film pendek yang karyanya seperti Fever dan Lies that Bind, telah diputar di berbagai pemutaran di Indonesia, karya lainnya yang berjudul RTM 03.26 telah diputar di Rotterdam Film Festival di Belanda tahun 2006.

Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) juga akan dirilis lewat DVD pada bulan Juli 2008 oleh The Marshall Plan, sebuah label distribusi DVD. Untuk informasi lebih lanjut www.themarshall.org .

Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) juga akan ditayangkan di Q Film Festival di Jakarta bulan Agustus 7-16 tahun ini, dan akan dikirim ke beberapa festival film di seluruh dunia.

Paul Agusta, telah menggunakan film ini sebagai kesempatan untuk melanjutkan obsesinya dalam bereksperimen dalam cara bercerita menggunakan gambar atau video serta untuk membuat sebuah karya dengan biaya sekecil mungkin dan membuktikan bahwa “bukanlah uang yang membuat film bagus, melainkan cerita yang bagus”.

Paul sependapat dengan apa yang dikatakan sineas eksperimental legendaris Jean Cocteau bahwa: "Film akan hanya menjadi karya seni jika materinya sama murahnya dengan pensil dan kertas.”

Dengan Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift), Paul berniat untuk membengkokkan (dan sedikit melanggar) semua peraturan pembuatan film yang umum untuk menciptakan sebuah karya sinema yang kreatif dalam waktu singkat (waktu shooting 10 hari) dengan budget yang lebih rendah dari biaya catering produksi film layar lebar biasa.

“Saya dan kelompok film HouseofWaves Productions memilih untuk menantang diri untuk membuat film dari skenario horror/thriller yang telah ditulis dengan sangat bagus oleh Dalih Sembiring, seorang cerpenis dan novelis yang berbakat. Kami semua membuat film ini untuk membuktikan bahwa kami bisa dan bukan hanya bermimpi untuk membuat film” Paul menjelaskan.

Menurut Paul, Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) adalah cerita mengenai cinta, kehilangan, kepedihan, pengorbanan dan balas dendam; sebuah misteri yang terungkap menjadi sebuah tragedi.

Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) menampilkan Rifnu Wikana (9 Naga, Maaf Saya Menghamili Istri Anda), aktor muda berbakat sebagai Yoga, seorang mahasiswa yang terjerat ke dalam sebuah permainan sadis misterius, serta Kartika Jahja, penyanyi dan penulis lagu multi-bakat dalam peran film pertamanya sebagai Tika, seorang perempuan muda penuh dendam.

Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) juga menampilkan pemain-pemain pendukung yang berbakat (dalam debut mereka sebagai pemain film) seperti: Jeffrey Sirie, sebagai seorang suami yang hidupnya rusak akibat kejadian buruk; Hukla Turangan, sebagai Irma who, seorang perempuan muda yang terjebak dalam situasi hidup dan mati; Yoggie Richard, sebagai Luki, seorang pemuda yang kehilangan cinta pertamanya; Leha Patricia, sebagai Eli, gadis kelas 3 SMA yang menyaksikan kisah cintanya berubah menjadi mimpi buruk; dan Ika Vantiani, perempuan yang hatinya terluka hingga ia melupakan cara untuk memaafkan.

“Kami percaya bahwa cerita ini akan berarti bagi penonton karena film ini membahas sisi manusia yang paling gelap dan dalam, dan cara manusia mengatasi perasaan tersebut yang terkadang merusak hidup mereka. Walaupun Kado Hari Jadi mungkin akan terlihat sedikit terlalu eksperimental untuk penonton film awam di Indonesia, kami merasa bahwa kami harus mengikuti intuisi kreatif si sutradara,” ucap Yunita Candra, produser dari Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift).

“Saya lebih cenderung percaya bahwa jiwa manusia bisa lebih mengerikan daripada hantu-hantu ataupun iblis-iblis yang biasa muncul di film horror,” kata Paul.

“Bagi saya, genre horror adalah yang paling sulit untuk dibuat secara bagus, maka dari itu saya merasa tertantang Kita lihat aja nanti apakah penonton akan merasa takut melihat Kado Hari Jadi, atau malah menganggapnya sama membosankannya dengan film-film horror yang sering muncul belakangan ini.” Ujar Paul.

Make up dan Efek Khusus untuk for Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) ditangani secara ahli oleh legenda make-up film horror Indonesia, Didin Syamsudin.

Comments :

1
Unknown said...
on 

A cake is to amaze and inspire someone unique with an extraordinary mouth watering delicacy. An excellent choice for everybody from wives to first dates. Send this to your companions to appeal them and convey yumminess to their regular life!!


Online Birthday Cake Delivery Website (^ _ ^)
Online Flower Delivery (=^.^=)

 

The Marshall Plan