Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) Horor Eksperimental Berdurasi Panjang - Sinar Harapan

Review Kado Hari Jadi di Sinar Harapan:


Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) Horor Eksperimental Berdurasi Panjang - Sinar Harapan


Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift)
Horor Eksperimental Berdurasi Panjang


Yogyakarta - HouseofWaves (HofW) Productions, sebuah kelompok film independen, akan memutar film panjang karya Paul Agusta yang berjudul Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) di Yogya 4 Juli mendatang. Setelah itu akan diputar di Jakarta dan Bandung, bahkan akan dirilis lewat DVD oleh The Marshall Plan serta akan diikutsertakan di beberapa festival film seluruh dunia.
Menurut Paul (pembuat film pendek seperti Fever dan Lies that Bind), Kado Hari Jadi adalah sebuah film thriller eksperimental yang dibuat secara mentah dan minimalis untuk meningkatkan ketegangan penonton.
“Bagi saya, genre horor adalah yang paling sulit untuk dibuat secara bagus. Karena itu saya merasa tertantang dan kita lihat saja nanti apakah penonton akan merasa takut melihat atau malah menganggapnya sama membosankannya dengan film-film horor yang sering muncul belakangan ini,” ujar Paul.
Kado Hari Jadi bercerita tentang cinta, kehilangan, kepedihan, pengorbanan dan balas dendam. Sebuah misteri yang terungkap menjadi sebuah tragedi. Film ini menampilkan Rifnu
Wikana yang berperan sebagai Yoga, seorang mahasiswa yang terjerat ke dalam sebuah permainan sadis misterius, serta Kartika Jahja yang berperan sebagai Tika, seorang perempuan muda penuh dendam.
Selain itu, film ini menampilkan pemain-pemain seperti Jeffrey Sirie, sebagai seorang suami yang hidupnya rusak akibat kejadian buruk; Hukla Turangan, sebagai Irma Who, seorang perempuan muda yang terjebak dalam situasi hidup dan mati; Yoggie Richard, sebagai Luki, seorang pemuda yang kehilangan cinta pertamanya; Leha Patricia, sebagai Eli, gadis kelas 3 SMA yang menyaksikan kisah cintanya berubah menjadi mimpi buruk; dan Ika Vantiani, perempuan yang hatinya terluka hingga ia melupakan cara untuk memaafkan.
“Kami percaya bahwa cerita ini akan berarti bagi penonton karena film ini membahas sisi manusia yang paling gelap dan dalam, dan cara manusia mengatasi perasaan tersebut yang terkadang merusak hidup mereka,” tutur Yunita Candra, produser film Kado Hari Jadi.
“Saya lebih cenderung percaya bahwa jiwa manusia bisa lebih mengerikan daripada hantu-hantu ataupun iblis-iblis yang biasa muncul di film horor,” tambah Paul.
Dalam pengakuan Paul, film ini dipakai sebagai sebuah kesempatan untuk melanjutkan obsesinya dalam bereksperimen cara bercerita menggunakan gambar atau video serta untuk membuat sebuah karya dengan biaya sekecil mungkin. Dengan kata lain, ia ingin membuktikan bahwa “bukanlah uang yang membuat film bagus, melainkan cerita yang bagus.”
Menurut Paul pembuatan film Kado Hari Jadi hanya berlangsung singkat (waktu syuting 10 hari) dengan bujet yang lebih rendah dari biaya katering produksi film layar lebar biasa.
“Saya dan kelompok film HouseofWaves Productions memilih untuk menantang diri untuk membuat film dari skenario horor/thriller yang telah ditulis dengan sangat bagus oleh Dalih Sembiring, seorang cerpenis dan novelis yang berbakat. Kami semua membuat film ini untuk membuktikan bahwa kami bisa dan bukan hanya bermimpi untuk membuat film,” tambah Paul. (yuyuk sugarman)

Comments :

0 komentar to “Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) Horor Eksperimental Berdurasi Panjang - Sinar Harapan”
 

The Marshall Plan