biografi crew/ crew biography

Margaret Rose Glade Agusta (Executive Producer)

Margaret was born in Creston, Iowa, the United States in 1949. She graduated with a Bachelors Degree in Fine Art from the University of Iowa in 1975. She married Indonesian poet Leon Agusta in 1979, and has resided in that Southeast Asian nation since that time. Margaret has consistently pursued her passions for art and women’s rights through exhibitions and writings in various publications. This is her first foray into film production. | Margaret lahir di Creston, Iowa, Amerika Serikat pada tahun 1949, dan merupakan lulusan diploma Fakultas Seni Rupa, Universitas Iowa, tahun 1975. Ia menikahi penyair Indonesia Leon Agusta pada 1979, dan telah tinggal di negara ini sejak itu. Margaret telah terus-menerus mewujudkan ketertarikannya pada seni dan hak-hak perempuan lewat pameran dan tulisan di berbagai media. Ini adalah keterlibatan besar pertamanya dalam produksi film.

Paul Agusta (Director/Executive Producer/Composer/Story)

Paul Agusta was born in Jakarta in1980 and studied film in America before returning to Indonesia in 2003. This young moviemaker believes that video levels the playing field in filmmaking of any kind due to its affordability and availability, and that the only true resource a video-maker needs is a solid, well thought out idea; the rest is simply implementation. There is no excuse for video-makers not to fulfill their creative urge, you can always beg, borrow, or steal a camera. His short videos (mostly shot on borrowed or discarded cameras) have been included in various local and international film events and screenings. Prior to 2007, Paul had been a nationally known film critic, festival manager, and film curator. He has since resigned from those previous careers to focus on his work as a film and video-maker. Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) is his first feature film. | Paul Agusta lahir di Jakarta pada tahun 1980. Ia kembali ke Indonesia pada tahun 2003 setelah belajar film di Amerika. Sebagai pembuat film dan video, Paul berpegang teguh pada prinsip bahwa video telah menyamaratakan kesempatan semua orang untuk berkarya dalam bidang sinema, dan bahwa satu-satunya hal yang dibutuhkan seorang pembuat film adalah ide cerita yang dikembangkan dan dipikirkan secara penuh, sisanya sekedar pelaksanaan. Tak ada alasan bagi seorang pembuat film untuk tidak memuaskan keinginannya untuk berkarya, kamera bisa selalu didapat dengan cara apapun; meminjam, membeli, menyewa, atau cara-cara lain. Karya-karya video Paul (yang hampir semua dibuat menggunakan kamera pinjaman, kamera bekas, ataupun buangan) telah diputar di berbagai pemutaran film di Indonesia dan dunia. Sebelum 2007, Paul lebih dikenal sebagai seorang kritikus film dan musik, kurator film, juga terlibat dalam berbagai festival. Awal tahun 2007, ia mengundurkan diri dari semua itu untuk berkonsentrasi pada karyanya sendiri. Kado Hari Jadi adalah film panjang pertamanya.

Dalih Sembiring (Story/Screenplay)

Born in Binjai, North Sumatera on May 4th, 1983. A graduate of English Literature, Gadjah Mada University, Yogyakarta, he is currently working in Jakarta as a freelance writer, translator, and editor. He has been writing fiction since senior high school. His short stories have been published in newspapers, magazines, journals, as well as in anthologies with other writers. He co-wrote a teen novel called Cha untuk Chayang with Abmi Handayani (2007, Gramedia Pustaka Utama), now in its second printing. He has also been writing features for The Jakarta Post since September 2007 under the pseudonym Daniel Rose. Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) is his second attempt at writing a film script, the first one being an unfinished script called Bila Baik Budi. Dalih Sembiring has recently completed his first solo novel, titled Nel, which is awaiting publication. | Dalih Sembiring, seorang penulis lulusan Fakultas Sastra Inggris, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, lahir di Binjai, Sumatera Utara pada tanggal 4 Mei1983. Saat ini ia tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai seorang penulis, penerjemah, dan editor lepas. Ia mulai menulis fiksi sejak SMA. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai koran, majalah, jurnal, dan antologi-antologi sastra bersama penulis lain. Novel remaja yang ia tulis bersama Abmi Handayani, berjudul Cha untuk Chayang (2007, Gramedia Pustaka Utama), telahu memasuki cetakan kedua. Sejak September 2007, Dalih telah menjadi kontributor tetap di harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post, menggunakan Nama Pena Daniel Rose. Kado Hari Jadi adalah percobaan keduanya dalam menulis skenario film setelah sebuah script yang tak selesai berjudul Bila Baik Budi. Dalih juga telah menyelesaikan novel solo pertamanya berjudul Nel yang kini menunggu tanggal terbit.

Wahyu Wiryawan (Director of Photography)

Wahyu is a student of the Faculty of Design of Tarumanegara University. He has worked as a freelance photographer for various fashion magazines for the last 4 years, and has been involved in the production of various TV commercials, music videos, and TV movies. | Wahyu adalah mahasiswa Fakultas Desain, Universitas Tarumanegara. Ia telah bekerja sebagai fotografer lepas untuk berbagai majalah fashion selama 4 tahun, dan telah terlibat dalam produksi berbagai iklan televise, video klip, serta film televisi.

Lucky Kuswandi (Editor)

A graduate of the Film Program at Art Center College Pasadena, Lucky is an accomplished screenwriter/director/editor whose works have been shown in various international film festivals, such as the Rotterdam International Film Festival, Berlinale International Film Festival (as Berlinale TalentCampus Selected Participant), OutFest! Film Festival in Los Angeles, and many more. He is currently in preparations to make his feature film debut In the Absence of the Sun. | Lulusan Program Film, Art Center College Pasadena ini adalah seorang penulis naskah/sutradara/editor mumpuni yang karya-karyanya telah diikutsertakan dalam berbagai festival film internasional, antara lain Festival Film Internasional Rotterdam, Festival Film Internasional Berlinale, Festival Film OutFest! di Los Angeles, dan banyak lagi. Saat ini ia tengah mempersiapkan pembuatan film panjang pertamanya, In the Absence of the Sun.

Edo_Gimbal (Soundman/Sound Editor/Gaffer/Art Department [Set Designer/Builder, Custom Prop Designer/Maker])

Edoardus, or Edo_Gimbal as he is called, who has been working in the world of film and video in various capacities for over eight years, is hands down the most resourceful (and most credited) person in the production of Kado Hari Jadi). He has been involved in the production of many television commercials, documentaries, public service announcements and TV programs. His most notable works include the production of TVCs and a presentation video for Coca Cola, Phillip Morris, PT. HM. SAMPOERNA Tbk, the TV programs Bang Yos Show, and Ideal Properties. | Edoardus, atau Edo_Gimbal, telah bekerja di berbagai bidang yang berkaitan dengan dunia film dan video selama lebih dari delapan tahun, dan dalam produksi film Kado Hari Jadi ini merupakan kru yang paling tanggap (dan paling banyak tugasnya). Ia telah terlibat dalam produksi iklan televisi, film dokumenter, iklan layanan masyarakat serta acara-acara televisi. Kiprahnya antara lain dalam pembuatan dua TVC dan video presentasi untuk Coca Cola, Phillip Morris, PT. HM. SAMPOERNA Tbk, serta acara televisi Bang Yos Show, dan Ideal Properties.

James Graciano (Editor/Assistant Soundman/Stunt Cameraman)

Born on June 12th, 1987, James is an Indonesian-Chinese born in the Philippines. A graduate of Jakarta International School (JIS) in 2005, he became interested in filmmaking in 2004 and he hopes to someday have an established career in the film industry. After attending film schools in America and Singapore, he came back to Indonesia in early 2008 to pursue his film career. Although he is a greenhorn, he is willing to watch, work, and learn the various fields involved in making a film. Ultimately, he enjoys the post-production editing process with a passion. His imagination and zeal are sure-fire attributes that will make him stand out in the future. Kado Hari Jadi (The Anniversary Gift) is his first feature film venture. | Lahir pada tanggal 12 Juni 1987, James adalah keturunan Indonesia-Cina yang lahir di Filipina. Lulusan Jakarta International School tahun 2005 ini mulai tertarik memasuki dunia pembuatan film pada tahun 2004 dan berharap untuk memiliki karir tetap di industri tersebut. Setelah bersekolah film di Amerika dan Singapura, ia kembali ke Indonesia awal tahun ini untuk menjajaki karir filmnya. Meski pemula, ia serius memperhatikan, bekerja, dan mempelajari berbagai bidang yang ada dalam pembuatan sebuah film. Ia pun sangat menikmati kegiatan editing film panjang ini. Imajinasi dan antusiasmenya merupakan kelebihan-kelebihannya yang akan membuatnya gemilang di masa depan. Kado Hari Jadi adalah petualangan pertamanya dalam pembuatan film panjang.

Didin Syamsudin (Make-up and Special Effects)

With almost 40 years experience and over 75 films under his belt, Pak Didin, as he is fondly referred as, is hands down the most senior member of the Kado Hari Jadi crew. His impressive body of work includes some of the most memorable classics and blockbusters of Indonesian Cinema including Beranak dalam Kubur, Sundel Bolong, Bernafas dalam Lumpur, Pacar Ketinggalan Kereta, Jaka Sembung, Berbagi Suami, Gie, and Ayat-Ayat Cinta. | Sebagai orang yang telah berkiprah di dunia film selama 40 tahun dan terlibat dalam lebih dari 75 produksi, tak pelak lagi Pak Didin adalah anggota paling senior dalam kru Kado Hari Jadi. Pada riwayat pekerjaannya yang mengagumkan sebagai make-up & special effects artist tercatat film-film klasik dan laku keras seperti Beranak dalam Kubur, Sundel Bolong, Bernafas dalam Lumpur, Pacar Ketinggalan Kereta, Jaka Sembung, Berbagi Suami, Gie, dan Ayat-Ayat Cinta.

Jeffrey Sirie (Wardrobe Master)

Jeffrey is a creative, absurd, and abstract individual. As a fashion designer and fashion stylist, he most certainly doesn’t look like one. His personal style is most appropriately described as “a straight dude went wrong”. Not exactly your typical fashionista. This flamboyant and fabulous man graduated from Sumbangsih High School Jakarta in 1999 and continued his education at the famed fashion school ESMOD Jakarta (2000-2002). After abandoning ESMOD, he went on to intern at Ghea Fashion Studio followed by a two year stint as 1st Asst. Designer at House of ELGA (2002-2004). Since 2000 until now, he has made a living as a Fashion Designer/Dress Maker and personal Fashion Stylist as well as Film Wardrobe Stylist. | Jeffrey adalah sosok yang kreatif, absurd, dan abstrak. Sebagai fashion designer dan fashion stylist, kepribadiannya tidak mencerminkan itu. Gayanya seolah menggambarkan “cowok straight yang salah kaprah”. Bukan tipe fashionista biasa. Lelaki flamboyant dan menakjubkan ini merupakan lulusan SMA Sumbangsih Jakarta tahun 1999, dan melanjutkan pendidikannya di sekolah mode terkenal ESMOD Jakarta (2000-2002). Selepas meninggalkan ESMOD, ia mencoba magang di Ghea Fashion Studio, diikuti dengan pekerjaan sebagai Asisten Perancang 1 di House of ELGA (2002-2004). Sejak tahun 2000 hingga sekarang, penghidupannya berasal dari keasyikannya menjadi pembuat pakaian/gaun juga selaku fashion stylist, termasuk untuk film-film.

Comments :

0 komentar to “biografi crew/ crew biography”
 

The Marshall Plan